Diagram sebar merupakan salah satu bentuk penyajian data. Bentuknya berupa titik-titik data pada bidang kartesius. Biasanya digunakan untuk penyajian data bivariat. Yaitu data yang terdiri dari dua variabel kuantitatif.
Cara membuat diagram sebar atau scatter diagram cukup mudah. Yang perlu dikuasai adalah kemampuan menentukan letak titik koordinat. Caranya ada pada penjelasan lebih lanjut dibawah ini.
Daftar isi:
Baca Juga: Tabel Distribusi Frekuensi
Titik Koordinat
Bidang koordinat kartesius mempunyai dua sumbu yaitu vertikal dan horizontal. Sumbu mendatar adalah sumbu x (absis), sedangkan sumbu vertikal adalah sumbu y (orodinasi).
Letak suatu titik pada bidang kartesius selalu berupa pasangan bilangan absis dan ordinat. Dinyatakan dalam bentuk pasangan bilangan x dan y yang diapit tanda kurung yaitu (x,y).
Misalnya titik (3, 4). Letak titik ini berada pada perpotongan garis x = 3 dan y = 4. Jangan letakkan nilai x dan y secara terbalik! Karena letak titik (3, 4) berbeda dengan letak titik (4, 3).
Dalam diagram sebar, data disajikan dalam bentuk titik koordinat. Penjelasan cara membuat diagram sebar ada di bawah ini.
Cara Membuat Diagram Sebar
Sebagai contoh cara membuat diagram sebar, akan ditampilkan data penelitian sederhana. Sampel dipilih sebanyak 7 YouTuber dengan data rata-rata waktu yang didedikasikan per hari dengan banyak pelanggan pada tabel berikut.
| Waktu Rata-rata per hari | Banyak pelanggan |
| 5,5 selai | 1.400.000 orang |
| 8,3 jam | 2.400.000 orang |
| 3,8 selai | 1.300.000 orang |
| 6,1 jam | 1.600.000 orang |
| 3,3 selai | 900.000 orang |
| 4,9 selai | 1.500.000 orang |
| 6,7 selai | 1.700.000 orang |
Ada dua cara membuat diagram sebar untuk diagram di atas. Pertama kami akan menunjukkan cara membuat diagram sebar secara manual. Selanjutnya akan didemonstrasikan dengan menggunakan teknologi.
1) Cara manual (tanpa alat)
Untuk menyajikan data di atas dalam diagram sebar, tentukan setiap titik yang memasangkan waktu rata-rata per hari dengan jumlah pelanggan.
Sumbu x adalah waktu rata-rata per hari. Sedangkan sumbu y untuk pelanggan banyak.
Misalnya untuk datum pada baris pertama. Rata-rata waktu per hari adalah 5,5 jam dan jumlah pelanggan 1.400.000 orang. Letak titik tersebut merupakan titik potong antara x = 5,5 jam dan y = 1.400.000 orang.
Letak titik koordinat dari data pertama terlihat sebagai berikut.

Untuk mencari koordinat data pada jalur lainnya dilakukan dengan cara yang sama. Hasilnya adalah diagram sebar atau scatter diagram sebagai berikut.

Diagram sebar di atas merupakan penyajian data rata-rata waktu yang didedikasikan per hari berdasarkan jumlah subscriber dari tujuh YouTuber.
Baca Juga: Penyajian Data dalam bentuk diagram lingkaran, batang, dan garis
2) Cara membuat diagram sebar dengan teknologi
Untuk data yang sangat besar, cara manual seperti di atas tidak disarankan. Karena itu akan memakan waktu yang sangat lama. Jadi itu tidak efisien.
Di sinilah teknologi berperan. Dengan menggunakan teknologi, diagram sebar dari data berukuran besar dapat dibuat dengan mudah.
Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk membuat data pencar adalah Microsoft Excel.
Akan diperlihatkan cara membuat teknologi menggunakan Microsoft Excel. Data yang digunakan masih menggunakan data diatas. Itu adalah rata-rata waktu yang didedikasikan per hari dengan banyak subscriber dari 7 youtuber.
Langkah-langkah membuat diagram sebar menggunakan Microsoft Excel adalah sebagai berikut.
Buka aplikasi Microsoft Excel dan buat lembar kerja baru.

Masukkan data bivariat yang akan dibuat diagram sebarnya.

Pilih Semua data

Pilih menu Sisipkan → Plot Sebar → Akan muncul diagram pencar

Klik diagram lalu klik tandanya + di kanan atas diagram. Pastikan ‘Judul Sumbu’ dicentang maka Anda akan melihat bagian untuk memberi nama sumbu x dan y. Ubah nama sumbu x dan y, serta judul diagram sebar dengan mengklik setiap bagian dan mengetikkan nama baru.
Perlu diperhatikan! Jika diagram pencar tidak muncul atau hasilnya tidak sesuai yang diinginkan. Mungkin ada kesalahan dalam pengaturan jenis nomor. Pastikan untuk menggunakan ‘Nomor’ untuk nomornya. Letaknya di bagian beranda.

Demikianlah ulasan mengenai cara membuat diagram sebar atau scatter diagram. Terima kasih telah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!
